Rabu, Oktober 21, 2026

Fantastis, 3 Lukisan Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta Jadi Primadona di IPPA FEST

Must read

Mediatama News
Mediatama News
Mediatamanews.com adalah Portal Berita Utama yang Terkini dan Terpercaya, menyajikan pilihan berita-berita yang Aktual, Cepat dan Berimbang. Mediatamanews.com hadir dengan nuansa yang harmoni, humanis dan memberikan warna kepada setiap para pembacanya. Mediatamanews.com merupakan Portal Berita Nasional yang berintegritas dan Profesional dalam mengedepankan Kode Etik Jurnalistik.

Mediatamanews | Jakarta — Tiga (3) lukisan karya Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta berhasil terjual habis pada ajang Indonesian Prison Product Art Festival (IPPA FEST) yang digelar di Aloha Pasir Putih, PIK 2, pada 8–10 Agustus 2025. Event ini menjadi ajang bergengsi bagi Lapas dan Rutan se-Indonesia untuk menampilkan sekaligus memasarkan produk kreatif hasil pembinaan, mulai dari kerajinan tangan, kuliner, hingga karya seni.

Tiga lukisan yang menjadi primadona tersebut berjudul Napoleon Bonaparte, Panen Raya, dan Hewan Kuda. Masing-masing karya memancarkan karakter kuat yang berbeda:

“Napoleon Bonaparte” menggambarkan sosok legendaris dengan detail ekspresi dan simbol kepemimpinan,

“Panen Raya” menampilkan nuansa harmoni dan kegembiraan masyarakat desa, sedangkan

“Hewan Kuda” memvisualisasikan kekuatan dan kebebasan.

Simbol : Kekuatan dan Kebebasan / ist.

Seluruhnya dikerjakan dengan teknik cat akrilik di atas kanvas, memadukan keterampilan teknis dan ekspresi artistik para Warga Binaan.

Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Dr. Syarpani, mengungkapkan rasa bangga atas capaian ini.

“Keberhasilan Warga Binaan menjual habis karya lukisannya bukan hanya soal nilai ekonomi, tetapi juga pembuktian bahwa pembinaan di Lapas mampu menumbuhkan talenta dan membuka peluang masa depan yang lebih baik.Ini adalah motivasi bagi seluruh Warga Binaan untuk terus berkarya,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan di IPPA FEST, Lapas Narkotika Jakarta berharap karya seni Warga Binaan tidak hanya dinilai sebagai hasil keterampilan, tetapi juga sebagai simbol perubahan dan integrasi sosial.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa di balik tembok Lapas, kreativitas dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat nyata, baik bagi Warga Binaan maupun masyarakat luas.

(Ian Rasya)

 

 

More articles

Latest article