PNBP Imigrasi Capai 101,88 Persen, Target Akhir Tahun Rp11 Triliun

Mediatamanews|Jakarta – Imigrasi Indonesia mencatat realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp8,68 triliun hingga Senin (12/10/2026) pukul 07.30 WIB. Capaian tersebut setara dengan 101,88 persen dari target PNBP yang ditetapkan pemerintah untuk tahun 2026.
Kontribusi terbesar berasal dari sektor visa yang mencapai Rp4,7 triliun atau sekitar 55 persen dari total penerimaan. Selanjutnya, penerimaan dari layanan paspor mencapai Rp2,1 triliun, izin keimigrasian dan re-entry permit sebesar Rp1,52 triliun, serta layanan lainnya senilai Rp270 miliar.
Dibandingkan periode yang sama pada 2025, realisasi PNBP Imigrasi meningkat Rp510 miliar. Capaian tersebut diraih di tengah dinamika geopolitik global dan penguatan pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) yang masuk serta berkegiatan di Indonesia.
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan, capaian penerimaan tersebut mencerminkan kontribusi kebijakan keimigrasian dalam mendukung perekonomian nasional, termasuk melalui kedatangan wisatawan mancanegara. Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia masuk dalam tiga besar destinasi wisata dunia yang wajib dikunjungi sekali seumur hidup versi majalah CEOWORLD.
“Kami mensyukuri bahwa kebijakan keimigrasian mendorong hadirnya wisatawan berkualitas yang berkontribusi terhadap ekonomi negara. Kontribusi yang tinggi terhadap penerimaan negara menjadi salah satu indikator kualitas layanan yang diselenggarakan pemerintah,” kata Hendarsam.

Ia menegaskan, optimalisasi penerimaan negara tetap berjalan beriringan dengan pengawasan dan penindakan keimigrasian. Sepanjang 2026, Imigrasi telah mendeportasi sekitar 5.310 WNA, dengan 3.950 orang di antaranya dimasukkan dalam daftar cekal.
“Kita tentunya menginginkan hanya WNA berkualitas yang masuk dan berkegiatan di Indonesia. Tingginya angka penindakan terhadap WNA yang melanggar juga tidak menyurutkan animo pelancong internasional untuk datang ke Indonesia,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, Imigrasi mengoptimalkan platform evisa.imigrasi.go.id yang memungkinkan pembayaran menggunakan kartu kredit secara langsung tanpa melalui agen atau penjamin. Upaya tersebut didukung pengoperasian 298 unit autogate di berbagai tempat pemeriksaan imigrasi guna mewujudkan ekosistem layanan perlintasan yang terintegrasi dan efisien.
Di bidang pelayanan paspor, Imigrasi memperluas program jemput bola Pasporia (Paspor Ceria) di ruang publik, termasuk melalui kegiatan Car Free Day (CFD). Selain itu, penambahan kantor imigrasi dan unit pelayanan baru dilakukan untuk memperluas akses masyarakat, termasuk di luar hari dan jam pelayanan reguler.
Hendarsam menegaskan, Imigrasi akan terus meningkatkan penerimaan negara dengan tetap menjaga fungsi pengawasan dan kedaulatan di pintu gerbang Indonesia. Hingga akhir 2026, pihaknya memperkirakan realisasi PNBP dapat mencapai Rp10,9 triliun hingga Rp11 triliun.
(Adv)
Info Redaksi
- Uploader : Ian Rasya