Sabtu, Oktober 24, 2026

Tak Pernah Punya Mobil Mewah, Mekanik di Tangerang Kaget Tercatat sebagai Pemilik McLaren

Must read

Mediatama News
Mediatama News
Mediatamanews.com adalah Portal Berita Utama yang Terkini dan Terpercaya, menyajikan pilihan berita-berita yang Aktual, Cepat dan Berimbang. Mediatamanews.com hadir dengan nuansa yang harmoni, humanis dan memberikan warna kepada setiap para pembacanya. Mediatamanews.com merupakan Portal Berita Nasional yang berintegritas dan Profesional dalam mengedepankan Kode Etik Jurnalistik.

Mediatamanews | Tangerang (Banten) – Yudariansyah, seorang mekanik bengkel motor rumahan di kawasan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, terkejut setelah namanya tercatat sebagai pemilik mobil sport mewah McLaren 570S senilai sekitar Rp4,5 miliar. Kendaraan tersebut diketahui memiliki tunggakan pajak sebesar Rp137,47 juta.

Yudariansyah mengaku tidak pernah memiliki mobil mewah tersebut. Dengan pekerjaannya sebagai mekanik bengkel motor rumahan, ia mengaku bingung ketika mengetahui namanya tercatat dalam administrasi kendaraan bernilai miliaran rupiah itu.

Persoalan tersebut terungkap setelah petugas dari Samsat Ciledug mendatangi kediamannya untuk melakukan verifikasi data sekaligus menelusuri tunggakan pajak kendaraan yang tercatat atas namanya.

Berdasarkan data Samsat Ciledug, McLaren 570S keluaran 2019 dengan nomor polisi B 570 H tersebut tercatat memiliki tunggakan pajak selama satu tahun, dengan nilai kewajiban mencapai Rp137.471.000.

Yudariansyah mengatakan, dirinya baru mengetahui persoalan itu setelah mendapat informasi dari seorang tetangga yang masih memiliki hubungan saudara. Ia menduga identitasnya digunakan oleh pihak lain untuk mendaftarkan kepemilikan kendaraan tersebut.

“Saya kaget ketika mendapat informasi dari tetangga bahwa ada petugas Samsat yang menyebut saya punya mobil sport. Saya sendiri bingung, mobil sport dari mana?” ujar Yudariansyah.

Ia berencana mengurus persoalan tersebut kepada pihak berwenang agar data kepemilikan kendaraan dapat diperiksa dan namanya tidak lagi dikaitkan dengan mobil yang menurut pengakuannya tidak pernah dimiliki.

Yudariansyah juga khawatir ketidaksesuaian data tersebut berdampak pada urusan administrasi lainnya, termasuk layanan perbankan dan pendataan bantuan sosial.

Dok.istimewa

“Saya pengen nama saya bersih lagi, enggak mau cacat karena kan itu menyangkut data pribadi sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPT Samsat Ciledug, Idham Kholid, menjelaskan bahwa kunjungan petugas merupakan bagian dari penelusuran kendaraan mewah yang tercatat menunggak pajak dalam basis data Samsat.

Menurut Idham, penelusuran dilakukan melalui kunjungan langsung atau door to door terhadap individu maupun perusahaan yang tercatat memiliki kendaraan dengan kewajiban pajak yang belum diselesaikan.

Ia menegaskan, data kepemilikan kendaraan atas nama Yudariansyah masih perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan verifikasi administrasi. Pihaknya juga berencana menindaklanjuti persoalan tersebut, termasuk kemungkinan pemblokiran kendaraan sesuai prosedur yang berlaku.

Idham menambahkan, penelusuran tidak hanya menyasar satu kendaraan. Berdasarkan data Samsat Ciledug, terdapat 39 nama lain yang tercatat berkaitan dengan kepemilikan mobil mewah yang menunggak pajak tahunan.

Kasus ini menyoroti pentingnya ketepatan data administrasi kendaraan bermotor, terutama ketika seseorang mengaku tidak pernah memiliki kendaraan yang tercatat atas namanya.

Yudariansyah berharap proses verifikasi segera diselesaikan agar status kepemilikan McLaren tersebut menjadi jelas dan namanya tidak lagi dikaitkan dengan tunggakan pajak kendaraan yang tidak pernah dimilikinya.

(Hasnoe | Ian Rasya)

More articles

Latest article