Selasa, Oktober 20, 2026

Terungkap Modus Wanita Cantik Pramugari “Gadungan” Maskapai Batik Air

Must read

Mediatama News
Mediatama News
Mediatamanews.com adalah Portal Berita Utama yang Terkini dan Terpercaya, menyajikan pilihan berita-berita yang Aktual, Cepat dan Berimbang. Mediatamanews.com hadir dengan nuansa yang harmoni, humanis dan memberikan warna kepada setiap para pembacanya. Mediatamanews.com merupakan Portal Berita Nasional yang berintegritas dan Profesional dalam mengedepankan Kode Etik Jurnalistik.

Kasus penyamaran seorang perempuan sebagai pramugari maskapai Batik Air viral di media sosial. Perempuan tersebut diketahui sempat mengikuti penerbangan rute Palembang–Jakarta dengan nomor penerbangan ID 7058 sebelum akhirnya aksinya terbongkar.

Belakangan terungkap, perempuan itu bernama Khairun Nisa (23), yang akrab disapa Nisa, warga Muara Kuang, Sumatera Selatan. Ia diamankan petugas setelah kedapatan mengenakan seragam pramugari Batik Air tanpa memiliki identitas resmi sebagai awak kabin.

Dalam kesempatan nya, Nisa juga membenarkan telah menggunakan atribut Batik Air dan mengakui bahwa dirinya bukan Pramugari Maskapai Batik Air, atas kegaduhan ini ia meminta maaf kepada Maskapai Batik Air maupun Lion Group.

Kanit Indag Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Iptu Agung Pujianto, menjelaskan kronologi kejadian bermula pada Selasa (6/1/2026). Saat itu, salah satu kru Batik Air mencurigai seorang perempuan yang mengenakan atribut pramugari di area bandara.

“Dilakukan pemeriksaan atau interogasi secara lisan oleh kru Batik Air. Dari situ diketahui bahwa yang bersangkutan bukan pramugari asli,” ujar Agung pada wartawan, Kamis (8/1/2026).

Barang bukti atribut Pramugari Maskapai Batik Air yang dibeli melalui toko online/ist.

Setelah memastikan identitasnya, petugas Aviation Security (Avsec) maskapai kemudian menyerahkan perempuan tersebut kepada pihak kepolisian Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan, Nisa mengakui alasan mengenakan atribut pramugari Batik Air. Menurut polisi, yang bersangkutan memiliki cita-cita menjadi pramugari dan sebelumnya pernah mendaftar ke maskapai penerbangan, meski tidak lolos seleksi.

“Yang bersangkutan menggunakan seragam pramugari karena memang memiliki keinginan kuat menjadi pramugari dan pernah mencoba mendaftar sebelumnya,” kata Agung.

Polisi juga memastikan bahwa Nisa dapat mengikuti penerbangan karena ia membeli tiket secara resmi dan memiliki boarding pass yang sah. Dengan demikian, ia tercatat sebagai penumpang biasa, bukan sebagai awak kabin.

Terkait unsur pidana, kepolisian masih melakukan pendalaman. “Sampai saat ini kami masih mendalami apakah dalam kejadian tersebut terdapat unsur tindak pidana atau tidak,” jelas Agung.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui pula bahwa seragam pramugari Batik Air yang dikenakan Nisa diperoleh dari toko online, bukan dari pihak maskapai.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan memicu perbincangan luas di media sosial, terutama terkait pengawasan atribut maskapai serta keamanan penerbangan.

More articles

Latest article