Soekarno-Hatta dan Empat Bandara Lain Kembali Beroperasi Usai Terdampak Abu Vulkanik

Mediatamanews|Tangerang (Banten) – Lima bandara yang sebelumnya ditutup sementara akibat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali melayani penerbangan. Kelima bandara tersebut yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Curug Tangerang dan Bandara Pondok Cabe di Tangsel.
Berdasarkan pemberitahuan resmi atau Notice to Airmen (NOTAM) dari AirNav Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta, Curug dan Pondok Cabe kembali beroperasi mulai pukul 00.30 WIB, Selasa (8/9/2026). Selanjutnya, Bandara Halim Perdanakusuma kembali melayani penerbangan pada pukul 00.40 WIB, disusul Bandara Husein Sastranegara pada pukul 00.42 WIB.
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, memastikan fasilitas dan personel di ketiga bandara telah siap mendukung kembali operasional penerbangan.
Menurut Arie, kesiapan tersebut meliputi fasilitas sisi udara dan sisi darat. Sebelum operasional dibuka kembali, petugas melakukan pembersihan abu vulkanik di sejumlah area penting, seperti apron, taxiway, dan runway.
Selain pembersihan, pemeriksaan kondisi runway juga dilakukan, termasuk melalui uji kekesatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan runway telah memenuhi standar dan persyaratan keselamatan untuk kembali digunakan dalam operasional penerbangan.

Soekarno-Hatta Pulihkan Penerbangan Bertahap
Sementara itu, Bandara Soekarno-Hatta akan memulihkan operasional penerbangan secara bertahap. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan arus keberangkatan dan kedatangan pesawat kembali berjalan aman dan terkendali.
General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan pengaturan lalu lintas penerbangan pada tahap awal pemulihan dilakukan dengan menerapkan Air Traffic Flow Management (ATFM).
Sistem tersebut digunakan untuk mengatur arus penerbangan agar kapasitas bandara dapat dipulihkan secara bertahap setelah sebelumnya mengalami gangguan akibat sebaran abu vulkanik.
Pengaturan penerbangan juga mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan, termasuk kebutuhan untuk memberangkatkan pesawat yang sebelumnya terdampak serta mengembalikan kapasitas apron secara bertahap.
Selain kesiapan operasional penerbangan, pengelola Bandara Soekarno-Hatta juga berkoordinasi dengan operator transportasi publik. Koordinasi dilakukan untuk memastikan ketersediaan armada yang mendukung mobilitas penumpang dari dan menuju bandara.
Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan
Meski tiga bandara telah kembali beroperasi, penumpang diimbau tidak langsung menuju bandara sebelum memastikan status penerbangannya.
Calon penumpang diminta mengecek kembali jadwal dan status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing. Hal ini penting karena sejumlah jadwal penerbangan masih dapat mengalami penyesuaian selama masa pemulihan operasional.
Informasi mengenai layanan bandara yang dikelola InJourney Airports juga dapat diperoleh melalui Contact Center InJourney Airports 172.
Pembukaan kembali ketiga bandara tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan operasional penerbangan setelah sebelumnya terganggu akibat sebaran abu vulkanik. Pengelola bandara memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam seluruh proses pemulihan penerbangan.
Info Redaksi
- Editor Naskah : Ian Rasya
- Uploader : Hasnoe