Lapas Kelas IIA Cilegon Lakukan Pemeliharaan Senjata Api, Pastikan Kesiapan Sarana Pengamanan

Mediatamanews|Cilegon (Banten) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon melaksanakan pemeliharaan dan perawatan senjata api serta pemeriksaan kelengkapan sarana pendukung pengamanan, Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapas Kelas IIA Cilegon tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm Kamtib) bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), serta diikuti jajaran staf Kamtib dan KPLP.
Pemeliharaan dan pemeriksaan dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang memiliki dan menggunakan senjata api dinas.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap buku administrasi senjata api, kondisi fisik senjata, kelengkapan amunisi, serta monitoring terhadap penyimpanan dan pengelolaan senjata api dinas. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana pengamanan berada dalam kondisi layak dan dikelola sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Lapas Kelas IIA Cilegon memiliki lima unit senjata api laras panjang dan empat unit senjata api laras pendek, seluruhnya beserta buku senjata dalam kondisi baik. Selain itu, terdapat sembilan unit pistol Verney-Carron Flash Ball dalam kondisi baik.
Untuk kelengkapan amunisi, tercatat 29 tabung gas CO2, 300 butir amunisi Less Lethal Projectile OC2 (merica), dan 30 butir amunisi Less Lethal Projectile Glass Breaker yang telah kedaluwarsa. Sementara itu, 114 butir amunisi tajam pistol kaliber 7,65 mm, 1.001 butir amunisi karet pistol kaliber 7,65 mm, 2.680 butir amunisi senjata api laras panjang, serta 45 butir amunisi pistol Verney-Carron Flash Ball masih dalam kondisi baik.

Pemeriksaan juga mencakup 10 set perlengkapan PHH dan 10 unit metal detector yang seluruhnya berada dalam kondisi baik.
Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Cilegon, Eko mengatakan hasil monitoring secara umum menunjukkan bahwa kondisi fisik senjata api dan sebagian besar amunisi dinas masih dalam kondisi baik. Namun, ditemukan sejumlah amunisi yang telah kedaluwarsa serta buku senjata api yang masa berlakunya telah berakhir sehingga perlu dilakukan pembaruan sesuai ketentuan yang berlaku.
Terhadap amunisi yang telah kedaluwarsa, Lapas Kelas IIA Cilegon telah mengusulkannya kepada bagian Barang Milik Negara (BMN) untuk diproses lebih lanjut sesuai mekanisme penghapusan yang berlaku di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus tindak lanjut bagi Lapas Kelas IIA Cilegon dalam memastikan kesiapan sarana pengamanan, keamanan penyimpanan, serta tertib administrasi dalam pengelolaan senjata api dan amunisi dinas.
Seluruh rangkaian kegiatan pemeliharaan dan pemeriksaan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Info Redaksi
- Uploader : Ian Rasya