Kehabisan Uang di Bandara, Ibu dan Anak Dua Hari Bertahan hingga Dibantu Polisi Pulang ke Medan

Mediatamanews|Tangerang (Banten) – Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik membuat seorang ibu dan anaknya harus tertahan selama dua hari di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Keterbatasan biaya dan kondisi anak yang sakit membuat keduanya kesulitan melanjutkan perjalanan ke Medan, Sumatera Utara.
Ibu tersebut, Depi, sebelumnya melakukan perjalanan dari Denpasar menuju Jakarta. Ia kemudian berencana melanjutkan penerbangan ke Medan. Namun, penerbangan lanjutan terganggu setelah operasional Bandara Soekarno-Hatta sempat ditutup akibat dampak sebaran abu vulkanik.
Kondisi tersebut membuat Depi dan anaknya harus menunggu di area terminal. Persoalan semakin berat karena uang yang dimiliki semakin menipis, sementara pengajuan pengembalian dana atau refund tiket belum diterima.
Selama berada di terminal, kondisi kesehatan anak Depi juga menurun. Sang anak mengalami sakit dan demam sehingga membuat Depi semakin khawatir dan tertekan.
Di tengah kondisi tersebut, petugas kepolisian yang bertugas di area Terminal 2 menemukan Depi bersama anaknya di sekitar konter check-in.
Keduanya kemudian dibawa ke Polsubsektor Terminal 2 untuk mendapatkan bantuan. Tim Dokkes Polres turut melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan ibu dan anak tersebut.
Setelah mendapat penanganan, kondisi sang anak berangsur membaik dan demamnya mulai turun. Sementara Depi mendapat pendampingan dan diajak berkomunikasi agar lebih tenang.

Bantuan kemudian berlanjut pada persoalan perjalanan. Kepolisian Terminal 2 berkoordinasi dengan pimpinan dan menggunakan dana sosial Jumat Barokah untuk membelikan tiket baru bagi Depi dan anaknya.
Setelah tiket diperoleh, petugas kepolisian turut mengantar dan mengawal keduanya hingga dapat melanjutkan penerbangan menuju Medan.
Kapospol Terminal 2, IPDA Septian Wahyudi, mengatakan bantuan diberikan setelah petugas menemukan ibu dan anak tersebut dalam kondisi kesulitan, baik secara ekonomi maupun kesehatan.
Menurut Septian, selain memastikan kondisi kesehatan keduanya, polisi berupaya mencari solusi agar Depi dan anaknya dapat kembali melanjutkan perjalanan.
Sementara itu, Depi menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang telah membantu dirinya dan anaknya. Ia juga berterima kasih karena sang anak mendapatkan penanganan kesehatan hingga kondisinya membaik.
Bantuan tersebut akhirnya memungkinkan Depi dan anaknya kembali melanjutkan perjalanan setelah dua hari tertahan di terminal.
Kepolisian mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan atau membutuhkan bantuan untuk segera mendatangi kantor polisi terdekat atau menghubungi layanan darurat kepolisian melalui 110.
Info Redaksi
- Editor Naskah : Ian Rasya
- Uploader : Hasnoe