Berita UtamaLipsusNasional

HUT ke-14, AirNav Perkuat Transformasi Teknologi dan Layanan Navigasi Penerbangan

Mediatamanews|Tangerang (Banten) – Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat kualitas pelayanan navigasi penerbangan nasional seiring meningkatnya trafik udara dan pesatnya perkembangan teknologi.

Komitmen tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 AirNav Indonesia yang jatuh pada Minggu (13/9/2026).

Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno mengatakan perubahan pola trafik penerbangan dan perkembangan teknologi menuntut perusahaan untuk terus melakukan pembaruan, baik dari sisi sistem, infrastruktur maupun kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Menurut dia, semangat tersebut sejalan dengan tema HUT ke-14 AirNav Indonesia, yakni “Strengthening the Foundation: Innovate – Connected – Elevate.”

Tema tersebut mencerminkan upaya AirNav Indonesia memperkokoh fondasi pelayanan yang telah dibangun selama 14 tahun melalui inovasi, penguatan konektivitas dan kolaborasi, serta peningkatan kompetensi SDM.

“Tren ke depan menunjukkan trafik akan terus berkembang, teknologi berubah, dan kebutuhan pelayanan juga semakin tinggi. Karena itu, AirNav akan terus memperkuat sistem dan kemampuan personel untuk mendukung pelayanan navigasi nasional yang lebih baik,” ujar Avirianto.

Percepat Transformasi Teknologi

Sepanjang 2026, AirNav Indonesia menjalankan sejumlah program transformasi pelayanan, salah satunya melalui penerapan Air Traffic Management Automation System (ATMAS) yang kini telah beroperasi penuh di Balikpapan, Medan, dan Pontianak.

Sementara di Jakarta, modernisasi sistem navigasi dilakukan melalui pengembangan New Jakarta Air Traffic Services Center (New JATSC).

AirNav Indonesia juga telah mengoperasikan secara penuh Jaringan Komunikasi Penerbangan Nasional (JARKOMPENAS) untuk memperkuat komunikasi penerbangan sekaligus mendukung pertukaran informasi yang lebih cepat dan terintegrasi.

Selain pengembangan sistem, perusahaan memperkuat ketahanan navigasi melalui pemanfaatan teknologi berbasis satelit. Langkah mitigasi terhadap potensi Global Navigation Satellite System Radio Frequency Interference (GNSS RFI) turut disiapkan guna menjaga keandalan layanan navigasi penerbangan.

Dari sisi operasional, Indonesia Network Management Center (INMC) beroperasi selama 24 jam untuk mendukung koordinasi dan orkestrasi pelayanan navigasi di seluruh wilayah kerja AirNav Indonesia.

Dok.istimewa

Avirianto menekankan bahwa penerapan teknologi tidak semata-mata bertujuan menghadirkan sistem yang semakin canggih, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan navigasi penerbangan.

“Yang paling penting adalah bagaimana teknologi tersebut dapat diterapkan secara tepat sehingga pelayanan AirNav menjadi lebih baik. Sistem harus semakin andal, komunikasi lebih cepat dan terintegrasi, serta petugas semakin siap mengoperasikannya,” katanya.

Perkuat Kolaborasi Internasional

Selain memperkuat layanan di dalam negeri, AirNav Indonesia terus memperluas kerja sama dengan berbagai organisasi dan pemangku kepentingan penerbangan internasional.

Sejumlah mitra yang terlibat dalam kolaborasi tersebut antara lain International Civil Aviation Organization (ICAO), Civil Air Navigation Services Organisation (CANSO), Federal Aviation Administration (FAA), Airservices Australia (ASA), Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS), Civil Aviation Authority of Malaysia (CAAM), dan International Air Transport Association (IATA).

Di kawasan Asia Pasifik, AirNav Indonesia juga mengambil bagian dalam pengembangan sistem navigasi penerbangan regional. Perusahaan dipercaya menjadi Chairperson APAC Project 30/10 Task Force ICAO serta aktif dalam koordinasi pengelolaan arus lalu lintas udara lintas negara dan berbagai forum penerbangan regional.

Avirianto mengatakan peningkatan kualitas pelayanan navigasi penerbangan tidak dapat hanya mengandalkan satu aspek. Pengembangan teknologi, sistem kerja, kualitas SDM, dan kolaborasi harus berjalan secara beriringan.

“Pada akhirnya, seluruh transformasi yang kami lakukan harus kembali kepada pelayanan. Kami ingin memastikan penerbangan di ruang udara Indonesia tetap aman dan lancar sekaligus memastikan AirNav siap menjawab kebutuhan yang akan datang,” pungkasnya.

Ia menambahkan, berbagai upaya transformasi yang dilakukan AirNav Indonesia hingga saat ini mendapat apresiasi dari sejumlah pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menurut dia, apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi AirNav Indonesia untuk terus melakukan penyempurnaan dan meningkatkan kualitas pelayanan navigasi penerbangan nasional.

Info Redaksi

  • Editor Naskah : Ian Rasya
  • Uploader : Hasnoe