Berita UtamaKriminalNasional

Tujuh Mahasiswi Jadi Korban Penipuan Tiket Bus Usai Penerbangan Terganggu Abu Vulkanik

Mediatamanews|Tangerang (Banten) – Tujuh mahasiswi asal Bukittinggi dan Padang, Sumatera Barat, menjadi korban penipuan tiket bus setelah penerbangan mereka terganggu akibat sebaran abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Ketujuh korban mengalami kerugian sekitar Rp5,8 juta setelah membeli tiket bus melalui akun TikTok yang menawarkan perjalanan dari kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Setelah uang ditransfer, komunikasi dengan penjual terputus dan salah satu nomor telepon korban bahkan diblokir.

Dalam kondisi kebingungan karena tidak memiliki kendaraan untuk melanjutkan perjalanan ke Sumatera Barat, ketujuh mahasiswi tersebut kemudian mendatangi Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada malam hari untuk meminta bantuan.

Sebelumnya, ketujuh mahasiswi itu telah memiliki tiket pesawat untuk perjalanan menuju Sumatera Barat. Namun, akibat gangguan penerbangan setelah sebaran abu vulkanik, mereka memilih mengajukan pengembalian dana kepada maskapai.

Dana hasil pengembalian tiket pesawat tersebut kemudian digunakan untuk membeli tiket bus sebagai alternatif perjalanan menuju Bukittinggi dan Padang.

Saat mencari tiket bus secara daring, para korban menemukan akun TikTok yang menawarkan tiket perjalanan dari kawasan Kalideres. Setelah berkomunikasi melalui WhatsApp, mereka kemudian melakukan transaksi dengan total pembayaran sekitar Rp5,8 juta.

Namun, setelah pembayaran dilakukan, komunikasi dengan pihak penjual terputus. Salah satu nomor telepon korban juga langsung diblokir sehingga mereka menyadari telah menjadi korban penipuan.

Karena kejadian berlangsung pada malam hari, petugas Polresta Bandara Soekarno-Hatta memberikan tempat aman bagi ketujuh korban untuk beristirahat sementara di lingkungan kepolisian.

Keesokan harinya, polisi memberikan pendampingan dengan membantu membelikan tiket bus secara langsung di terminal dan mengantar ketujuh mahasiswi tersebut menuju Terminal Kalideres.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan para korban dapat melanjutkan perjalanan menuju Sumatera Barat sekaligus mencegah mereka kembali menjadi sasaran penipuan.

Dok.istimewa

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Muhammad Esha mengatakan ketujuh mahasiswi tersebut sebelumnya telah mendapatkan pengembalian dana dari maskapai sebelum menjadi korban penipuan tiket bus.

Menurut Esha, kepolisian memberikan tempat untuk bermalam karena para korban datang dalam kondisi membutuhkan bantuan pada malam hari.

“Karena kejadian terjadi pada malam hari, kami menawarkan tempat aman untuk sementara bermalam, sebelum keesokan harinya mengantarkan mereka ke terminal,” ujar Muhammad Esha.

Polisi memastikan tiket bus bagi ketujuh mahasiswi dibeli secara langsung di terminal, bukan melalui akun media sosial atau perantara yang tidak memiliki kejelasan identitas.

Saat ini, kepolisian masih mendalami akun TikTok yang digunakan untuk menawarkan tiket kepada para korban. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku serta mengetahui kemungkinan adanya korban lain.

Polisi menduga pelaku memanfaatkan situasi gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik untuk menjalankan aksi penipuan terhadap masyarakat yang membutuhkan moda transportasi alternatif.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika membeli tiket secara daring, khususnya melalui akun media sosial yang belum dapat dipastikan kredibilitas dan keamanannya.

Masyarakat yang mengalami kendala perjalanan juga diimbau tidak ragu meminta bantuan melalui layanan kepolisian 110. Untuk pembelian tiket pengganti, masyarakat disarankan menggunakan agen atau loket resmi guna menghindari penipuan.

Kasus tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran tiket murah atau penjualan tiket melalui media sosial, terutama dalam situasi darurat ketika kebutuhan transportasi alternatif meningkat.

Info Redaksi

  • Editor Naskah : Ian Rasya
  • Uploader : Hasnoe