Kamis, November 5, 2026

FBPI 2026 Hasilkan Nilai Ekonomi Rp1,4 Miliar, DJKI Perkuat Komersialisasi Paten Lewat IP Bridge

Must read

Mediatama News
Mediatama News
Mediatamanews.com adalah Portal Berita Utama yang Terkini dan Terpercaya, menyajikan pilihan berita-berita yang Aktual, Cepat dan Berimbang. Mediatamanews.com hadir dengan nuansa yang harmoni, humanis dan memberikan warna kepada setiap para pembacanya. Mediatamanews.com merupakan Portal Berita Nasional yang berintegritas dan Profesional dalam mengedepankan Kode Etik Jurnalistik.

Mediatamanews | Jakarta – Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026 berhasil menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp1,4 miliar melalui kerja sama lisensi paten. Forum yang berlangsung pada 3–5 November 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, tersebut menghadirkan 259 portofolio paten siap pasar dan menindaklanjuti tiga perjanjian lisensi.

Dari total portofolio tersebut, sebanyak 218 paten telah terdokumentasi dalam katalog, sementara 21 paten ditampilkan melalui showcase. Berbagai invensi itu menjadi peluang bagi industri dan investor untuk menemukan serta mengembangkan teknologi sesuai kebutuhan bisnis.
Melalui kegiatan business matching, FBPI 2026 mencatat 133 respons dari kalangan industri dan investor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 respons atau 55,63 persen menunjukkan ketertarikan terhadap invensi yang ditawarkan.

Ketertarikan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui 36 evaluasi internal perusahaan, 26 permintaan informasi teknis tambahan, serta 11 permintaan diskusi lanjutan dengan inventor. Selain itu, tiga perjanjian lisensi menjadi bagian dari capaian penyelenggaraan FBPI, dengan dua perjanjian ditandatangani pada hari terakhir forum dan satu lainnya direncanakan ditandatangani di luar rangkaian kegiatan.

Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Andrieansjah, mengatakan perjanjian lisensi tersebut merupakan salah satu hasil penting penyelenggaraan FBPI. Menurutnya, kerja sama itu menunjukkan bahwa invensi nasional memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan secara lebih luas oleh industri.

“Ketiga perjanjian ini bukan sekadar formalitas, melainkan tanda bahwa inovasi Indonesia siap dikomersialisasikan secara luas,” ujar Andrieansjah dalam laporan penyelenggaraan FBPI 2026, Kamis (5/11/2026).

Meski berhasil menghasilkan nilai ekonomi, capaian tersebut bukanlah akhir dari proses komersialisasi paten. DJKI terus mendorong pertemuan antara inventor, pemilik paten, industri, dan investor melalui peluncuran platform digital IP Bridge agar penjajakan kerja sama dapat berlangsung sepanjang tahun.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar, mengatakan IP Bridge merupakan inisiatif DJKI untuk memperluas akses dan mempertemukan inventor dengan calon mitra bisnis melalui ekosistem digital.

Dok.istimewa.

“Forum business matching paten ini tidak hanya berlangsung pada saat FBPI di bulan November. Kita ingin business matching juga terus berjalan sepanjang tahun. Karena itu, kami mengambil inisiatif membuka forum business matching di ranah digital yang kami namakan IP Bridge,” ujar Hermansyah.

Ia berharap IP Bridge dapat menjadi sarana penghubung antara inventor dan pemilik paten dengan calon investor maupun pelaku industri. Melalui platform tersebut, komunikasi dan penjajakan kerja sama diharapkan semakin mudah sehingga lebih banyak invensi nasional memperoleh kesempatan untuk dikomersialisasikan.

IP Bridge merupakan portal digital yang menghubungkan pemilik invensi, khususnya dari perguruan tinggi, dengan kalangan industri dan investor. Melalui situs ipbridge.dgip.go.id, pengguna dapat mengakses informasi invensi sekaligus menjajaki peluang kerja sama komersialisasi paten.

Saat ini, IP Bridge telah menghubungkan lebih dari 59 perguruan tinggi dan Sentra Kekayaan Intelektual (KI) mitra. Platform tersebut memuat 168 data paten yang telah terdaftar dan terverifikasi, dengan 62 invensi siap ditawarkan untuk lisensi pada tingkat kesiapan teknologi (Technology Readiness Level/TRL) 7–9.

Keberadaan IP Bridge diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang kerja sama dan mendorong transaksi lisensi meskipun FBPI telah berakhir. Dengan demikian, nilai ekonomi Rp1,4 miliar yang dihasilkan dalam forum tersebut dapat menjadi pijakan awal bagi pengembangan komersialisasi paten nasional secara berkelanjutan.

DJKI juga mengingatkan para inventor agar mengajukan permohonan pelindungan paten sebelum memublikasikan atau mengomersialisasikan hasil temuannya melalui laman paten.dgip.go.id.

Pelindungan paten tidak hanya memberikan hak eksklusif kepada inventor, tetapi juga menghadirkan kepastian hukum bagi para pihak dalam menjalin kerja sama lisensi.

(Adv | Ian Rasya)

 

More articles

Latest article