Imigrasi Tangerang Amankan 13 WNA Tiongkok yang Diduga Bekerja Langgar Izin Tinggal

Mediatamanews|Tangerang (Banten) – &Sebanyak 13 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok ditangkap Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang saat bekerja di kawasan pergudangan di Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Belasan WNA tersebut diduga menyalahgunakan izin tinggal karena bekerja tidak sesuai dengan peruntukan izin yang dimiliki.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten Barron Ichsan mengatakan, penangkapan terhadap 13 WNA Tiongkok tersebut merupakan hasil operasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) pada Rabu (30/9/2026).
“Sebanyak 13 WNA Tiongkok tersebut kami temukan sedang melakukan aktivitas bekerja di sebuah kawasan pergudangan yang berlokasi di Legok, Kabupaten Tangerang,” kata Barron, Jumat (2/10/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Barron, para WNA tersebut menggunakan visa C20 yang tidak diperuntukkan untuk bekerja sebagai tenaga buruh. Namun, mereka ditemukan bekerja sebagai buruh kasar dalam pembangunan kawasan pergudangan tersebut.
“Mereka bekerja sebagai tenaga buruh kasar dengan bayaran sekitar Rp1,2 juta per hari,” ujarnya.

Barron mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, pihak pemilik usaha mempekerjakan tenaga kerja asal Tiongkok karena menilai mereka memiliki etos kerja yang lebih baik dibandingkan pekerja lokal.
“Kami masih mendalami kasus ini. Pemilik usaha berdomisili di Jakarta Utara. Untuk sementara, seluruh buruh asing yang bekerja di proyek konstruksi pergudangan tersebut telah kami larang bekerja hingga proses pemeriksaan selesai,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan pendalaman terhadap dugaan pelanggaran keimigrasian tersebut, termasuk pihak yang mempekerjakan para WNA tersebut.
Barron juga mengimbau para pekerja lokal untuk terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing.
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, penggunaan tenaga kerja asing di wilayah Tangerang Raya menunjukkan tren peningkatan. Jumlahnya tercatat sekitar 2.000 orang pada 2025 dan meningkat menjadi sekitar 6.000 WNA pada 2026.
Info Redaksi
- Uploader : Ian Rasya